Home » , » Asuhan keperawatan jiwa dengan GANGGUAN EKSPRESI MARAH: AMUK

Asuhan keperawatan jiwa dengan GANGGUAN EKSPRESI MARAH: AMUK


I.    PENGERITAN MARAH.
Menurut sudasono (1993; 146)
Marah adalah suatu pelampiasan atas ketegangan atau masalah yang timbul kegagalan dalam pencapaian tujuan, emosi yang memuncak.
II.    PEROSES TERJADINYA MARAH
Marah timbul akibat stress yang menyebabkan kecemasan. Kecemasan dapat menimbulkan kemarahan akibat adanya perasaan yang tidak menyenangkan. Respon marah pada tiap individu berbeda-beda dan respon marah dapat berfluktuasi dalam suatu rentang.
1.    Respon terhadap marah
Respon terhadap marah dapat diungkapkan melalui 3 cara yaitu :
a.    mengungkapkan secara verbal.
Mengekspresikan marah dengan perilaku konstruktif dengan menyakiti orang lain, tentunya perasaan marah tersebut dapat dipahami oleh orang lain dan hal ini akan memberikan rasa lega, ketegangan menurun dan perasaan marah dapat teratasi.
b.    Menekan atau melarikan diri.
Perilaku yang tidak asertif seperti menekan perasaan marah atau melarikan diri dari perasaan marahnya sehingga rasamarah tidak terungkap. Marah yang drmikian menimbulkan rasa permusuhan yang lama dan pada suatu saat dapat menimbulkan marah yang destruktif ditujukan pada diri sendiri.
c.    Menentang.
Apabila perasaan marah diekspresikan dengan perilaku agresif dan menantang, biasanya dilakukan individu karena merasa kuat. Cara yang demikian tentunya tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan dapat menimbulkan marah yang berkepanjangan dan dapat menimbulkan amuk yang ditujukan kepada orang lain maupun lingkungan.
2.    Rentang respon marah.
a.    Rentang adaptif
1)    Pernyataan.
Respon marah dimana induvidu mempu menyatakan atau mengungkapkan tanpa menyakiti oranglain akan memberikan kelgaan pada individu dan tidak menimbulkan masalah.
2)    Prustasi
Respon yang terjadi akibat individu gagal mencapai tujuan, karena tujuan yang tidak realistis atau hambatan dalam proses pencapaian tujuan.
b.    Rentang maladaptive
1)    Pasif
Keadaan dimana individu tidak dapat mengungkapkan perasaan yang sedang dialaminya.
2)    Agresif
Perilaku yang menyertai marah dan merupakan dorongan individu untuk menuntut suatu yang benar dalam bentuk destruktif dan masih terkontrol
3)    Amuk
Perasaan marah dan bermusuhan yang kuat disertai kehilangan control diri, individu dapat merusak diri sendiei, orang lain danlingkungan.
III.    FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN MARAH
1.    Faktor predisposisi
Faktor yang menybabkan ekspresi marah adalah:
a.    Faktor biologis
1)    Teori dorongan naluri
Perilaku agresif disebabkan oleh suatu dorongan kebutuhan dasar yang sangat kuat.

2)    Teori psikomatik
Pengalaman rasa marah adalah sebagai akibat dari respon psikologis terhadap stimulus eksternal, internal maupun lingkungan./
b.    Faktor psikologis
1)    Teori agresif dan frustasi.
Frustasi terjadi apabila keinginan individu mencapai suatu kegagalan dan akan terhambat
2)    Teori perilaku
Kemarahan adalah respon belajar dapat dicapai apabila ada fasilitas yang mendukung
3)    Teori eksistensi
Apabila kebutuhan dasar manusia terpenuhi.

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Tn “M” DENGAN GANGGUAN
EKSPRESI MARAH : AMUK DI RUANG MELATI
RUMAH SAKIT JIWA MATARAM

Ruang         : Melati
Nomor CM    : 0157 84
Tanggal MRS    : 07/06/05

I.    IDENTITAS
Nama     : Tn “M”
Umur     : 43 Thn
Suku bangsa    : Sasak
Agama     : Islam
Pendidikan    : SD
Status     : Menikah
Alamat     : Desa Rumak Timur, Kec. Kediri, Kab. Lombok Barat

Nama penanggung jawab    : Tn “S”
Umur    : 36 tahun
Pendidikan    : SMA
Pekerjaan     : Kepala Desa
Hubungan dengan klien    : Keponakan
Alamat    : Desa Rumak Timur, Kec. Kediri, Kab. Lombok Barat


II.    ALASAN MASUK RSJ
Klien masuk Rumah Sakit Jiwa Mataram dengan keluhan bicara kasar, tampak tegang, berteriak-teriak  gaduh gelisah dan ingin melempar setiap orang yang lewat.
Masalah keperawatan : Resiko tinggi kekerasan terhadap orang lain dan diri sendiri
III.    FAKTOR PENDUKUNG
Keluarga klien mengatakan selama 1 bulan klien tidak pernah control ke Puskesmas dan pada hari minggu kemarin pada saat gotong royong penyakit klien tiba-tiba kambuh, mengamuk, mengumpat dan melempar setiap orang yang lewat.
a.    Riwayat Pengobatan.
Pada bulan September  2004 lalu klien pernah menjalani rawat inap dengan keluhan yang sama, dapat sembuh dan bekerja seperti biasa dan tetap control di Puskesmas Kediri tapi selama 1 bulan klien tidak pernah control lagi.
b.    Hubungan social
Sebelum penyakit klien kambuh hubungan dengan masyarkat desanya baik, akan tetapi setelah penyakit klien kambuh tidak ada yang berani mendekati klien karena klien mengamuk dan melempar.
c.    Spiritual
Sebelum penyakit klien kambuh klien selalu mengikuti acara-acara keagamaan seperti pengajian dll, tetapi setelah sakit klien hanya bisa terbaring di atas tempat tidur akibat kaki dan tangan klien diikat
IV.    STATUS MENTAL
a.    Penampilan
Klien saat ini terlihat kotor dan dalam keadaan tidak berpakaian lengkap hanya menggunakan sarung dan dalam keadaan terikat tangan dan kaki.
b.    Pembicaraan
Klien sering mengumpat setiap orang yang mendekati klien, verbal klien sedang dan inkohern, pertanyaan yang ditanyakan tidak sesuai dengan jawaban yang diberikan, klien mengatakan “kenapa saya diikat, sundel kamu”
        Masalah keperawatan : kerusakan komunikasi verbal.
c.    Aktifitas motorik
Klien tampak tegang, gaduh gelisah, klien tampak memberontak, bicara kasar, mengamuk.
        Masalah keperawatan : Amuk
d.    Afek
Selama pengkajian ditemukan bahwa afek klien cukup serasi (Apropriate affect) yaitu bila klien marah ekspresi wajah tampak tegang.
e.    Persepsi
klien mengatakan melihat bayangan, dan sering mendengar suara-suara yang mengancam dank lien sering memandang keatas seolah-olah melihat sesuatu.
f.    Isi fikir
Ditemukan pada diri klien waham kebesaran.
g.    Memori
Daya ingat baik tidak ditemukan adanya gangguan daya ingat baik jangka panjang maupun jangka pendek.
h.    Tingkat konsentrasi
Mudah beralih
i.    Daya tilik diri.
klien menyangkal bahwa dirinya mengalami gangguan jiwa.


V.    RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Tidak ditemukan riwayat pernah mengalami trauma masa lalu dan riwayat pernah mengalami penganiayaan fisik.
a.    Genogram





    Keterangan:
            : laki-laki (klien)
            : wanita
            : yang tinggal serumah dengan klien
b.    Konsep diri
-    Citra diri
Klien mengatakan sangat senang dengan tubuh yang telah diberikan oleh Allah S.W.T
-    Identitas
Klien mengenal identitas dirinya yaitu mempunyai istri dan anak 4 orang.
-    Ideal diri
Klien mengatakan bahwa dirinya adalah orang kaya yang memiliki banyak uang.
-    Harga diri
Klien mengatakan “saya diremehkan dan tidak dipercayai oleh keluarga kalau saya memiliki uang yang banyak dan dapat membeli apa yang saya inginkan”, sering memalingkan wajahnya ketika diajak berbicara.
Masalah keperawatan : harga diri rendah.

-    Peran
Sebagai kepala rumah tangga dan mencari nafkah bagi istri dan anaknya.
VI.    MEKANISME KOPING
Ketika mengkaji klien dan keluarga didapatkan data mengenai koping klien jika menghadapi suatu masalah yaitu selalu membicarakan dengan istrinya.
VII.    DIAGNOSA MEDIS
Adapun diagnosa medis Tn “M” : skizoprenia
VIII.    FARMAKOTERPI



IX.    DAFTAR MASALAH
a.    Resiko tinggi kekerasan terhadap diri sendiri dan orang lain
b.    Gangguan ekspresi marah: amuk
c.    Kerusakan komunikasi verbal
d.    Perubahan sensori perceptual: halusinasi pengelihatan dan pendengaran

X.    POHON MASALAH


Akibat         Resiko tinggi menciderai orang lain                  kerusakan
komunikasi
verbal



Masalah Utama                            perubahan proses
pikir


Penyebab        perubahan sensori
                     Perceptual: halusinasi
                       Verbal dan akustik


            Gangguan konsep diri: harga diri
Rendah kronis
                 penatalaksanaan regi-
men terapeutik inefe-
ktif


Reaksi depresi                    suppor  system
dalam keluarga inefektif

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.    Analisa Data
No.    Data    Masalah
1.    Data subyektif.-
Data obyektif.
-    Bicara kasar, tampak tegang, gaduh gelisah
-    Teriak-teriak, berontak
-    Melempar setiap orang yang lewat    Resiko kekerasan terhadap diri dan orang lain.
2    Data Subyektif:
-    Klien Mengatakan kenapa saya diikat, sundel kamu!!!
Data obyektif
-    Bicara kasar, tampak tegang, gaduh gelisah
-    Melempar setiap orang yang lewat
-    Teriak-teriak, berontak.    Amuk
3    Data Subyektif.
-    Klien mengatakan kenapa saya diikat, sundel kamu
Data Obyektif
-    Bicara kasar, menjawab pertanyaan tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan    Kerusakan komunikasi verbal
4    Data Subjektif
-    Klien mengatakan “melihat bayangan dan sering mendengar suara-suara yang mengancam
Data Obyektif:
-    Klien tampak gelisah
-    Klien memandang keatas seolah-olah melihat sesuatu.    Perubahan sensori perceptual: halusinasi pendengaran dan penge-
Lihatan.


2.    Diagnosa keperawatan.
Diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan setelah melakukan pengkajian terhadap Tn “M” antara lain:
a.    Resiko tinggi kekerasan terhadap orang lain berhubungan dengan amuk.
b.    Gangguan ekspresi marah: amuk berhubungan dengan halusinasi pendengaran dan pengelihatan
c.    Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan perubahan proses piker.
d.    Perubahan sensori perceptual: halusinasi pendengaran dan pegelihatan berhubungan dengan harga diri rendah


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di My Documentku

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda Copy-paste di blog or web teman-teman semua, Jangan Lupa di Like or commentnya ya...
Terima kasih

 
© 2010-2012 My Documentku