Home » , » Asuhan keperawatan anak dengan Atresia Ani pada An.R

Asuhan keperawatan anak dengan Atresia Ani pada An.R

KEPERAWATAN ANAK DALAM KONTEKS KELUARGA

Nama Mahasiswa    :
Tempat Praktek/ujian    : Laboratorium Keperawatan
Tanggal praktek/ujian    : 10 Juli 2008

I.    IDENTITAS DATA
Nama         : An. R
TTL        : Purwokerto, 9 Juli 2008
Usia        : 1 Hari
Jenis kelamin    : Perempuan
Pendidikan        :     -
Alamat        : Purwokerto
Agama        : Islam
Nama ayah/ibu    : Tn.R/Ny.N
Pekerjaan ayah    : Buruh
Pekerjaan ibu    : Ibu rumah tangga
Pendidikan ayah    : SMP
Pendidikan ibu    : SD
Agama        : Islam
Alamat        : Purwokerto
Suku/Bangsa    : Jawa/Indonesia


II.    KELUHAN UTAMA
Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak punya anus, tidak bisa BAB, tidak mau menetek, muntah, perut membuncit, perut kembung, puncat, tinja keluar dari vagina/uretra.


III.    RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
1. Muncul Keluhan
a. Tanggal munculnya keluhan    : 9 Juli 2008 (Sejak pasien baru lahir)
b. Waktu munculnya keluhan    : Sejak lahir
c. Faktor predisposisi        : Faktor genetik, Faktor kromosom, Faktor mekanis, Faktor obat, Faktor hormonal, Faktor radiasi, Faktor gizi, dan gangguan pembentukan anus dari tonjolan embrionik, Faktor infeksi.
Faktor prespitasi            : Gangguan pertumbuhan embrional dan fetal.
d. Lingkungan            : Daerah yang terkena radiasi
e. Toksin                : Infeksi virus, rubela, bakteri.
2. Karakteristik
a. Lokasi                : Perut membuncit, tidak ada anus.
b. Hal-hal yang meningkatkan keluhan : Saat menetek.
c. Gejala-gejala lain yang berhubungan : Rewel, suhu meningkat.
3. Masalah sejak muncul keluhan
a. Insiden
Serangan mendadak tunggal.
b. Perkembangan
Memburuk.
c. Efek dari pengobatan
Tidak ada perubahan.

IV.    RIWAYAT MASA LAMPAU
1. Prenatal            :
    Ibu pasien mengandung pasien selama 9 bulan 10 hari dan rutin melakukan pemeriksaan ANC ke bidan dengan ketentuan :
Trimester I        : Memeriksakan kandungan tiap 1 bulan sekali.
Trimester II        : Memeriksakan kandungan setiap 1 bulan sekali.    
Trimester III        : Memeriksakan kandungan setiap 2 minggu sekali.
Ibu pasien juga minum obat penambah darah 1x sehari sejak usia kehamilan 4 bulan, tidak mendapatkan imunisasi TT selama kehamilan.
Keluhan sewaktu hamil :
T I        : mual, muntah.
T II        : tidak ada keluhan
T III    : tidak ada keluhan
2. Natal            :
    Ibu pasien melahirkan dengan usia kehamilan 38 minggu. Pasien melahirkan dengan persalinan normal dan spontan dibantu oleh Bidan Desa dengan didampingi oleh suaminya.
3. Postnatal            :
Pada saat melahirkan, ibu pasien tidak mengalami perdarahan dan pasien tidak mengalami asfiksia. Pasien tidak mau minumASI, pasien tidak mempunyai anus.
    APGAR Score    :
        Menit 1    : 8
        Menit 5    : 9
        Menit 10    : 10
    BBL        : 3500 gram
    PBL        : 45 cm
4. Penyakit waktu kecil    : Tidak ada
5. Riwayat dirawat di RS    : Pasien belum pernah dirawat di RS.
6. Obat yang dikonsumsi    :     -
7. Riwayat alergi        :     -
8. Kecelakaan            :    -
9. Imunisasi            :     -

V.    RIWAYAT KELUARGA
Keluarga pasien mengatakan bahwa di dalam keluarga tidak ada yang pernah menderita penyakit yang sama seperti yang dialami oleh pasien. Di dalam keluarga juga tidak ada yang menderita penyakit keturunan maupun menular.
GENOGRAM

       
















   
    Keterangan Gambar    :

                :    Laki-laki

                       
                    :    Perempuan
   

            :    Ikatan perkawinan



            :    Keturunan



            :    Pasien



        :    Tinggal serumah


            :     Meninggal
VI.    RIWAYAT SOSIAL
1. Pengasuh
Sejak lahir pasien diasuh oleh ibunya.
2. Pembawaan secara umum
Pasien tergolong anak yang rewel karena suhu meningkat, perut kembung, tidak bisa menetek.
3. Lingkungan Rumah
Lingkungan rumah dekat dengan sumber radiasi.

VII.    KEADAAN KESEHATAN SAAT INI
1)    Diagnosa medis        : Atresia Ani.
2)    Tindakan operasi        :    -
3)    Obat-obatan            :    -
4)    Tindakan keperawatan    :
a.    Periksa keadaan anus.
b.    Mengukur anus.
c.    Vulva hygiene.
5)    Hasil laboratorium       
a. Pemeriksaan urine    : Terdapat mekonium di dalam urine sehingga fistula dapat diketahui lebih dini.
6)    Hasil rontgen           
a. Pemeriksaan radiologi invertogram    :  Tehnik pengembalian foto untuk menilai jarak pungtum distal rektum terhadap marka anus di kulit peritonium.
    Hasil     : Terdapat penyumbatan.
7)    Data tambahan
Aspirasi jarum        : Untuk mendeteksi kantong rectal dengan cara menusukkan jarum tersebut sambil melakukan aspirasi. Jika mekonium tidak keluar pada saat jarum sudah masuk 1,5 cm, defek tersebut dianggap sebagai defek tingkat tinggi.


VIII.    PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL MENURUT GORDON
1.    Persepsi kesehatan dan Pola manajemen kesehatan
DS    : Ibu pasien mengatakan anaknya tidak mempunyai anus, perut membuncit, tinja kleuar dari vagina/uretra, memperoleh imunisasi TT 2x selama kehamilan.
DO    : Pasien dirawat di RS.
2.    Nutrisi-Pola metabolic
DS    : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien mau menetek dan muntah setelah menetek.
DO    : Pasien terlihat susah menetk, BB : 3500 gram.
3.    Pola eliminasi
DS    : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak mempunyai anus dan belum buang air besar sejak lahir, BAK 5x sehari.
DO    : Pasien belum mengeluarkan mekonium, perut membuncit.
4.    Aktivitas-Pola latihan
DS    : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien rewel dan menangis setelah menetek.
DO    : Pasien terlihat rewel dan sering menangis.
5.    Pola istirahat-Tidur
DS    : Ibu pasien mengatakan An.R susah tidur, tidur selama 4 jam/hari.
DO    : Pasien terlihat menangis dan susah tidur.
6.    Pola kognitif- persepsi
DS    : Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya sudah dapat berespon suara dan sentuhan.
DO    : Pasien terlihat bergerak ketika ada suara dan sentuhan.
7.    Persepsi diri-Pola konsep diri
DS    : Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya rewel karena merasa sakit.
DO    : pasien terlihat rewel.
8.    Pola peran-Hubungan
DS    : Ibu pasien mengatakan interaksi antara ibu dan anaknya yang baru lahir baik. Ibu dan ayah sayang dan perhatian pada kondisi yang dialami anaknya.
DO    : Ibu tampak dekat dengan anak.
9.    Sexualitas
DS    : Ibu pasien mengatakan anaknya berjenis kelamin perempuan. Ibu pasien tidak mengalami kesulitan sexualitas.
DO    : Pasien berjenis kelamin perempuan.
10.    Koping-Pola toleransi stress
DS    : Ibu pasien mengatakan bila terdapat masalah dengan pasien, maka dibicarakan bersama suami dan anggota keluarga yang lain. Pasien merasa skit, maka dia menangis.
DO    : An.R tampak menangis saat sakit dan menetek.
11.    Nilai-Pola keyakinan
DS    : Ibu pasien mengatakan bahwa anaknya beragama Islam
DO    :        -

IX.    PEMERIKSAAN FISIK
1.    Keadaan umum    : cukup (rewel).
Kesadaran         : Composmentis.
Postur tubuh        : normal
2.    TTV            :
R    : 20x/menit
S    : 38,5C
N    : 100x/ menit.
3.    TB/BB
TB    : 45 cm.
BB    : 3500 gram.
4.    Lingkar Kepala    : 39 cm.
5.    Mata            : Simetris, bersih, konjungtiva agak anemis, sclera anikterik.
6.    Hidung        : Tidak ada pembesaran polip.
7.    Mulut            : bersih, mukosa bibir lembab.
8.    Telinga        : Simetris
9.    Tengkuk        : Tidak ada kaku kuduk.
10.    Dada            : Simetris.
11.    Jantung        : S1>S2
12.    Paru-paru        : vesikuler, tidak ada ronchi, tidak ada wheezing.
13.    Perut            : perut kembung, membuncit.
14.    Punggung        : Ada kemerahan, tidaka da dekubitus.
15.    Genitalia        : Tidak ada anus, alat genetalia kotor, jenis kelamin perempuan.
16.    Ekstremitas        :
Atas    : Tidak terpasang infus, tidak ada oedem.
Bawah    : Kaki kiri dan kanan simetris, tidak ada oedem.
17.    Kulit            : warna kulit kemerahan, tidak ada cyanosis, turgor kulit baik.


















ANALISA DATA
NO    DATA KLIEN    ETIOLOGI    PROBLEM
1    DS : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak dapat mengeluarkan mekonium sejak lahir.
DO : Perut pasien tampak buncit.    Distensi abdomen    Konstipasi
2    DS : Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak mau menetek, muntah..
DO : Pasien tampak lemah.    Mual/muntah    Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
3    DS : Ibu pasien mengatakan bahwa dia cemas dengan keadaan anaknya.
DO : Ibu terlihat cemas.    Kondisi bayi    Cemas keluarga


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di My Documentku

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda Copy-paste di blog or web teman-teman semua, Jangan Lupa di Like or commentnya ya...
Terima kasih

 
© 2010-2012 My Documentku