Home » » Asuhan keperawatan Stroke Non Hemorrhagic

Asuhan keperawatan Stroke Non Hemorrhagic

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DI RUANG EDELWEIS
RSUD dr. GOETENG TAROENADIBRATA  PURBALINGGA


http://www.askep.net/wp-content/uploads/2012/01/Stroke-Non-Hemoragik.jpgA.    PENGKAJIAN
Tanggal            : 13 – 15 Desember 2011
Jam                  : 15.30
Sumber informasi    : Status rekam medik, klien, keluarga, perawat      ruangan
1.    Identitas   
Nama                 : Ny. S
Umur                  : 65 tahun
Jenis kelamin       : Perempuan
Pendidikan          : -
Pekerjaan            : Ibu Rumah Tangga
Alamat                : Bojongsari
No. Reg              : 479122
Diagnosa medis    : Stroke Non Hemorragic
Tgl masuk RS       : 11 Desember 2011

2.    Riwayat kesehatan
a.    Keluhan utama   
Anggota gerak kiri sulit digerakkan.
b.    Riwayat Penyakit Sekarang
Klien datang pada tanggal 11 Desember 2011 ke IGD  sekitar jam 10.00 dengan keluhan pusing, lemas, anggota gerak kiri tidak bisa digerakkan. Di rumah kurang lebih 7 hari mengalami kelemahan anggota gerak kiri. Tindakan yang sudah dilakukan di IGD yaitu pasang infus Asering 20 tpm dan injeksi ranitidin 1 amp. Masuk ke bangsal edelweis sekitar jam 15.15 WIB


c.    Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengatakan tidak pernah dirawat di RS sebelumnya. Pasien hanya sering mengalami pusing-pusing kepala saja. Sebelumnya pasien belum pernah mengalami penyakit stroke.
.
d.    RPK       
a)    Genogram

b)    Penyakit Yang Diderita Keluarga
Sepengetahuan keluarga, tidak ada anggota keluarga lain yang pernah mengalami storke.
3.    Pola kesehatan fungsional
a.    Pemeliharaan kesehatan
Bila klien ataupun anggota keluarga ada yang sakit, maka langsung diperiksakan ke dokter. Menurut keluarga pasien kesehatan adalah hal utama yang harus diupayakan, karena tanpa kesehatan, tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu pasien siap dirawat sampai sembuh dan akan mentaati apapun yang dilakukan demi kesembuhan penyakitnya
b.    Pola nutrisi/metabolik
Sebelum sakit, klien makan 3x sehari dengan nasi, lauk, dan sayur. Klien tidak memiliki alergi terhadap makanan. Klien menghindari makan daging kambing karena bisa membuat pusing. Klien minum ±2 liter/hari.
Semenjak klien sakit dan dirawat di RS, klien mendapat makan diit dari RS berupa ML (makanan Lunak)
c.    Pola eliminasi
Sebelum klien sakit, klien BAB 1x/hari dengan konsistensi lunak, warna kuning, bau khas feses dan BAK sering, produksi banyak, warna kuning.
Semenjak klien dirawat di RS klien BAB 1 x/hari. BAK klien dalam jumlah sedang, warna kuning.
d.    Pola aktivitas dan latihan

Kemampuan Perawatan Diri    0    1    2    3    4      
Makan/minum            X              
Mandi            X              
Toileting             X              
Berpakaian            X              
Mobilitas di TT            X              
Berpindah            X              
Ambulasi/ROM            X           
0 : mandiri, 1: alat bantu, 2 : dibantu orang lain, 3 : dibantu orang lain dan alat, 4 : tergantung total
Sebelum sakit klien mampu melakukan aktifitas sehari-hari sendiri. Selama di RS aktifitas sehari-hari secara umum dilakukan dengan bantuan orang lain
e.    Pola persepsi kognitif
Klien masih dapat melihat dengan jelas, masih dapat mendengar dengan jelas, masih dapat membedakan rasa manis, asin, pahit dan asam, kedua tangan masih dapat membedakan rasa panas, dingin, tajam dan tumpul. Tetapi klien tidak bisa bicar dengan jelas.
f.    Pola tidur dan istirahat
Sebelum di RS dalam sehari klien biasa tidur 7-8 jam per hari, tidak ada gangguan selama tidur dan saat tidur terasa segar.  Selama di RS keluarga klien mengatakan tidurnya sedikit terganggu, menurut keluarga klien sering terbangun, tetapi tidak mengurngi frekuensi tidurnya, lebih sering tidur.
g.    Konsep diri
Klien dan keluarg mengatakan pasrah dengan penyakit yang dideritanya. Klien merasa bahwa saat ini sedang sakit dan menjalankan saran dokter / perawat untuk melakukan perawatan dan pengobatan.
h.    Pola peran dan hubungan
Menurut pengakuan keluarga, komunikasi klien dengan orang lain baik, dan biasa berkomunikasi menggunakan bahasa jawa dan indonesia.  Hubungan dengan orang lain tidak ada masalah.  Hal ini dapat dilihat dengan adanya saudara dan tetangga, maupun teman yang berkunjung menengoknya di RS. Yang menjaganya di RS adalah, anaknya dan bergantian dengan anggota keluarga yang lain,
i.    Pola seksualitas dan reproduksi
Ny. S seorang wanita mempunyai 5 orang anak. Saat ini klien sudah mengalami menopouse.
j.    Pola manajemen koping stress
Stress terbesar yang dirasakan klien adalah kondisi sakitnya saat ini, klien merasa sangat lemah dan tidak mampu berbuat apa-apa. Untuk mengatasi stress tersebut, klien patuh terhadap program terapi agar klien bisa cepat sembuh dan pulang untuk berkumpul kembali bersama suami dan anak-anaknya.
k.    Sistem nilai dan keyakinan
Klien beragama Islam, dan selalu menjalankan sholat 5 waktu dan pengajian di desanya. Namun setelah klien sakit dan dirawat di Rumah Sakit klien tidak pernah melakukan sholat 5 waktu dan kegiatan pengajian. Klien mengatakan penyakit dianggap sebagai cobaan dan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi.



Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di My Documentku

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda Copy-paste di blog or web teman-teman semua, Jangan Lupa di Like or commentnya ya...
Terima kasih

 
© 2010-2012 My Documentku